Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Memperbanyak Produksi ASI Bagi Ibu Yang Baru Melahirkan

Cara Memperbanyak Produksi ASI Bagi Ibu Yang Baru Melahirkan

Cara Memperbanyak Produksi ASI Bagi Ibu Yang Baru Melahirkan - Banyak keluhan tentang kekurangan air susu ibu (ASI) kerap dialami, khususnya bagi ibu yang baru melahirkan. Jika Bunda adalah salah satunya yang mengalaminya, bagaimana solusi baiknya?

Dikatakan spesialis anak, dr.Lyndsey Garbi, MD, sebenarnya tidak ada jumlah ASI 'normal' yang harus dihasilkan. Karena penentuan seberapa banyak ibu akan menghasilkan produksi ASI sangat bergantungan pada tubuh seorang ibu, bayi, dan bagaimana cara tepat yang digunakan untuk memproduksi ASI setelah bayi lahir.

"Nah salah satu cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda menghasilkan cukup ASI adalah ketika bayi Anda bertambah besar, bertambah berat badan, dan tampaknya puas setelah menyusui," sambung dr.Jessica Madden, MD, dokter spesialis anak dan neonatologi dan direktur medis Aeroflow Breastpumps, dilansir Insider.

Lebih lanjut, Madden memaparkan, pada tubuh butuh hormon prolaktin untuk dapat memproduksi ASI. Hormon ini dapat meningkat segera setelah ibu melahirkan. Dan tubuh akan terus memproduksinya sebagai respons dari menyusui.

Tapi, jika tidak kita gunakan, maka hormon itu akan hilang. Dalam artiya, disaat kita tidak mulai menyusui pada bulan pertama setelah proses melahirkan, kadar prolaktin akan kembali seperti semula sebelum ibu hamil, dan pada titik itu Bunda akan mendapatkan kesulitan untuk menghasilkan ASI.

"Oleh sebab itu, salah satu cara terbaik untuk meningkatkan prolaktin setelah lahir adalah sering menyusui atau sering memompa, setidaknya 8 hingga 10 sesi per hari dalam beberapa minggu pertama setelah proses kelahiran," kata Madden.

Menyambung hal tersebut, dokter spesialis anak dari RS Pondok Indah Puri Indah, dr.Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, mengatakan, selain prolaktin, hormon yang berperan untuk mengeluarkan ASI adalah oksitosin. Nah, hormon-hormon ini akan meningkat dengan membuat ibu merasa lebih nyaman dan bahagia.

"Refleks oksitosin akan meningkat bila melihat, mendengar, meraba, dan mengingat bayi," ujar Jeanne, dilansir detikcom.

Jeanne menambahkan, salah satu penyebab produksi ASI menurun adalah disebabkan oleh jarangnya menyusui bayi. Jadi, sebaiknya dari pukul 6 pagi hingga 22 malam, Bunda harus rutin menyusui bayi setiap 2 - 3 jam sekali.

"Kalau bayinya tidur, dibangunkan saja. Caranya adalah dengan membuka bedong bayi sehingga bayi merasa dingin. Saat dia bangun, berikan ASI," ujar Jeanne.

Tapi Bunda jangan heran, pada hari-hari pertama ASI keluar memang sangat sedikit. Hal ini wajar sesuai dengan kebutuhan bayi yang juga hanya sedikit mengonsumsi ASI.

Ketika umur bayi telah berusia 3 hari, lambungnya hanya sebesar kelereng. Dengan lambung sekecil itu, bayi hanya mampu menampung 3 - 5 ml ASI. Disaat bayi berusia 3 - 5 hari, lambungnya sebesar bola bekel. Kemudian di umur 7 hari, lambungnya sebesar bola tenis meja.

"Nah supaya proukdi ASI cepat banyak, ibu harus selalu rutin menyusui. Meski bayi cuma minum 5 - 10 menit, biarkan hingga setengah jam," tegas Jeanne.

Posting Komentar untuk "Cara Memperbanyak Produksi ASI Bagi Ibu Yang Baru Melahirkan"

Berlangganan via Email