Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Inilah 6 Jenis Makanan Yang Harus Dihindari Bunda Saat Hamil Muda

Inilah 6 Jenis Makanan Yang Harus Dihindari Bunda Saat Hamil Muda

Inilah 6 Jenis Makanan Yang Harus Dihindari Bunda Saat Hamil Muda - Semua tahu bahwa jenis makanan yang bergizi sangat penting untuk ibu hamil, terutama pada  awal kehamilan. Nah pola makan yang baik dan juga sehat sangat dibutuhkan. Selain untuk Bunda, dan juga untuk pertumbuhan perkembangan janin.

Pada trimester pertama,  Bunda biasanya akan mengalami ngidam. Oleh sebab itu, Bunda harus berhati-hati saat memilah makanan sebab tidak semua jenis makanan dan minuman bagus untuk dikonsumsi ibu hamil, terutama pada saat hamil muda. Bunda harus tahu, ada beberapa jenis makanan yang tidak boleh  Bunda konsumsi saat hamil muda karena ini dapat berisiko bagi kesehatan Bunda dan janin.

Berikut Referensi akan merangkum ada enam jenis makanan yang harus Bunda hindari ketika hamil muda:

1. Ikan yang mengandung merkuri tinggi

Ikan memang banyak mengandung protein dan asam lemak omega-3 esensial sehingga sangat direkomendasi dalam kehamilan. Nah, akan tetapi Bunda juga harus memilih ikan dengan kadar merkuri yang rendah. Merkuri adalah suatu unsur yang sangat beracun. Tingkat paparan ikan pada merkuri tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Ini paling sering ditemukan pada ikan yang hidup di air yang tercemar.

Mengkonsumsi merkuri pada jumlah yang tinggi bisa menjadi racun bagi sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, dan ginjal. Jika ikan berasal dari laut yang tercemar, biasanya ikan laut yang besar dapat mengandung merkuri yang tinggi. Jenis ikan yang mengandung merkuri tinggi termasuk: Ikan hiu, Ikan todak (swordfish), Ikan king mackarel Ikan tuna.

2. Ikan mentah atau yang dimasak setengah matang

Mengkonsumsi ikan mentah juga tidak diperbolehkan, terutama kerang, sebab dapat menyebabkan beberapa infeksi. Diantaranya dapat berupa virus, bakteri atau parasit, seperti norovirus, vibrio, salmonella, dan listeria. Adapun beberapa dari infeksi ini tidak hanya memengaruhi ibu hamil, misalnya dehidrasi dan lemas. Infeksi lain dapat ditularkan ke janin dengan konsekuensi serius dan bahkan fatal.

Perlu diketahui, ibu hamil sangat rentan terhadap infeksi listeria. Juga memiliki kemungkinan tertular 20 kali lebih besar. Bakteri ini dapat ditemukan di tanah dan air atau tanaman yang terkontaminasi. Ikan mentah dapat terinfeksi selama pemrosesan, termasuk pengasapan atau pengeringan.

Listeria akan ditularkan kepada janin melalui plasenta, bahkan jika Mama tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit. Persoalan ini bisa menyebabkan persalinan prematur, keguguran, lahir mati, dan masalah kesehatan serius lainnya. Oleh karena itu, Bunda disarankan agar menghindari jenis ikan mentah dan kerang saat hamil. Jadi Bunda  harus tunda dulu konsumsinya.

3. Daging mentah atau yang dimasak setengah matang

Konsumsi daging yang setengah matang atau mentah dapat meningkatkan risiko infeksi dari beberapa bakteri atau parasit, termasuk toxoplasma, E. coli, listeria, dan salmonella. Bakteri ini dapat mengancam kesehatan janin, dan beresiko kemungkinan menyebabkan lahir mati atau penyakit neurologis yang parah, termasuk cacat intelektual, kebutaan, dan epilepsi.

Sementara itu sebagian besar bakteri akan ditemukan di permukaan potongan daging utuh, bakteri lain mungkin tertinggal di dalam serat otot. Daging yang dipotong tidak boleh dikonsumsi secara mentah atau kurang matang, disebabkan akan berisiko mengandung bakteri. Bunda juga sebaiknya harus menghindari konsumsi daging olahan. Kecuali jika daging tersebut sudah dipanaskan sampai mengepul panas.

4. Konsumsi telur mentah

Bunda tahu, telur mentah dapat terkontaminasi oleh salmonella. Gejala infeksi salmonella biasanya hanya dialami oleh Bunda. Bunda akan mengalami demam, mual, muntah, kram perut, dan diare. Namun, pada kasus yang jarang terjadi, infeksi ini dapat beresiko menyebabkan kram di rahim, yang menyebabkan kelahiran prematur atau lahir mati.

Makanan yang umumnya mengandung telur mentah meliputi: Telur orak-arik,
Saus hollandaise, Mayonaise, Salad dressing, Icing kue. Pada sebagian besar produk komersial yang mengandung telur mentah biasanya dibuat dari telur yang dipasteurisasi dan aman untuk dikonsumsi. Namun, pastikan Bunda harus membaca label sebelum mengonsumsinya.

5. Hati atau organ hewan

Seperti yang kita ketahui bahwa, hati dan organ hewan lainnya adalah sumber nutrisi yang sangat baik. Biasanya mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin A, dan zinc. Semua ini sangat baik untuk ibu hamil dan janin. Tapi kok ibu hamil muda tidak boleh mengonsumsinya, ya?

Alasannya karena terlalu banyak mengonsumsi vitamin A hewani tidak dianjurkan selama masa kehamilan. Ini akan menyebabkan keracunan vitamin A, serta tingkat zinc yang sangat tinggi, yang dapat menyebabkan cacat lahir dan keracunan hati. Jika Bunda memang tetap ingin mengonsumsinya, harus batasi konsumsinya tidak lebih dari satu kali dalam seminggu.

6. Susu dan keju yang tidak dipasteurisasi

Susu mentah dan keju yang tidak dipasteurisasi akan berisiko mengandung sejumlah bakteri berbahaya, termasuk listeria, salmonella, E. coli, dan campylobacter. Jika sudah terinfeksi, dapat mengancam jiwa janin yang ada di kandungan.

Bakteri dapat secara alami terjadi atau disebabkan oleh kontaminasi selama pengumpulan atau penyimpanan. Sehingga perlu dilakukan pasteurisasi. Pasteurisasi adalah cara paling efektif untuk membunuh bakteri berbahaya, tanpa mengubah nilai gizi produk. Nah, untuk meminimalkan risiko, ibu hamil sangat disarankan hanya mengonsumsi susu serta keju yang dipasteurisasi. Pastikan untuk memeriksanya sebelum mengonsumsi.

Posting Komentar untuk "Inilah 6 Jenis Makanan Yang Harus Dihindari Bunda Saat Hamil Muda"

Berlangganan via Email